Sep 012016
 

Pfoto bersamaemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) melaksanakan kegiatan pelaksanaan lomba penulisan aksara Batak se-Kabupeten Humbahas, khususnya aksara Batak Toba melalui Dinas Perhubungan dan Pariwisata dengan tujuan untuk menggali, melestarikan serta mengembangkan kebudayaan Batak seperti penulisan aksara Batak Toba, dan untuk meningkatkan minat para siswa untuk mempelajari aksara Batak Toba di sekolah negeri dan swasta serta kepada generasi muda, yang dilaksanakan di Aula Hutamas Komplek perkantoran Tano Tubu Doloksanggul (31/08)

Dalam sambutan Bupati Humbahas yang disampaikan oleh Asisten admin umum dan kesra, Drs. Edy H Sinaga menyampaikan,  bahwa Pemerintah Kabupaten Humbahas menyambut baik kegiatan ini, aksara Batak toba ini merupakan kekayaan budaya Batak yang patut dibanggakan. Sejak dahulu kala nenek moyang suku Batak sudah menggunakan bahasa sendiri dan huruf sendiri untuk berkomunikasi diantaranya, menuliskan silsilah, bahan obat obatan, sejarah tempat, korespondensi dan lainnya

Menurut Bupati, saat ini tidak banyak lagi yang memahami aksara Batak, baik menulis maupun untuk membaca aksara tersebut, dan pada kesempatan ini juga akan kita laksanakan sosialisasi aksara Batak Toba secara manual dan komputerisasi bagi semua Guru, siswa dan beberapa ASN yang turut hadir ditempat ini.

Narasumber Sosialisasi Aksara Batak dari Kepala Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak Universitas HKBP Nommensen Medan Bapak Manguji Nababan dalam penyampaian materinya mengatakan, ada ribuan naskah Batak Kuno yang masih dapat kita lihat sekarang ini, seperti dimuseum, dikalangan masyarakat yang masih ada yang menyimpan dan menjaganya dan diluar negeri seperti di Negara Jerman dan Belanda. Ini merupakan harta yang sangat berharga, peninggalan nenek moyang suku Batak dan harus berada di tempat asalnya.

Aksara Batak merupakan penggabungan beberapa huruf samapi berbentuk kalimat yang memiliki nilai yang berharga yang ada pada naskah kuno ini dapat berupa silsilah, ramuan obatan, pantun dan korespondesi dan komunikasi lainnya. Jumlah Huruf pada aksara Batak Toba berjumlah 19 huruf yang terdiri dari Induk Surat dan anak Surat. Naskah kuno ini dapat ditulis di kulit Kayu, kulit hewan dan pada bambu. “Tinta yang digunakan dahulu kala pada masa nenek moyang kita berasal dari asap bambu kecil berbara ditempelkan pada besi sampai menguap mengeluarkan cairan warna hitam. Dan alat tulis yang digunakan adalah besi kecil, bulu ayam dan duri hewan landak, semua alami pada saat itu. Pemahaman dalam menuliskan aksara Batak memiliki huruf yang unik dan bahasanya yang khas, merupakan jati diri masyarakat Batak dahulu sampai sekarang”. Jelas Manguji

Menurutnya, Pada generasi muda sekarang ini khususnya para pelajar marilah kita menghargai dan melestarikan aksara Batak ini dengan mempelajari penulisannya dan cara membacanya, semoga dengan sosialisasi dan lomba penulisan aksara Batak ini semakin menarik minat para generasi muda untuk mengetahui dan memahaminya.

Para pemenang Lomba penulisan aksara Batak antar pelajar Sekolah Dasar se-Kab Humbahas yang dibacakan ketua Dewan Juri Manguji Nababan, Lijen Pasaribu dan Bapak Horas Sinambela yang berlatar belakang akademik dan tokoh masyarakat. Untuk Juara I berhasil diraih oleh Alfandi Siburian dari SD Kec. Pakkat, juara II Cici Simanullang dari Kec. Pakkat, Juara III diraih oleh Hiskia Siregar dari Kec. Doloksanggul.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Mpr Manullang Kadis Perhubungan Pariwisata dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta lomba aksara Batak ini antar pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kab Humbahas. Jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang masing masing 3 orang mewakili kecamatan. Dan peserta untuk sosialisasi Aksara batak ini adalah semua peserta dan para undangan yang hadir ditempat ini, kepada semua pemenang lomba akan diberikan trophi piala dan uang pembinaan. (humas dan kominfo humbahas)