Feb 162016
 

index

Ilmuwan dan insinyur di University of Bristol mengembangkan sebuah solusi yang menggunakan teknologi Software Defined Networking (SDN). Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan kecepatan internet.
Dilansir Ibtimes, Minggu, teknologi SDN dapat menyembunyikan kompleksitas jaringan optik, sehingga developer dapat menciptakan aplikasi untuk berjalan di internet berkecepatan cahaya.

“Jaringan Photonic menggunakan cahaya, sehingga mereka tidak sama dengan jaringan tradisional,” kata Dr Reza Nejabati, seorang pembaca di jaringan optik di grup high performance networks (HPN) dengan Department of Electrical and Electronic Engineering di University of Bristol.

Menurut Reza, pihaknya mencoba menggunakan karakteristik fisik dari perangkat silikon untuk memanipulasi dan mengarahkan cahaya ke dalam jaringan optik. Teknologi ini hanya dipakai oleh beberapa perusahaan di dunia seperti Alcatel-Lucent dan Cisco.
Selain membuka internet untuk layanan baru, memiliki internet berkecepatan cahaya memungkinkan penyedia untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan bandwidth dari pelanggan.
“Industri komunikasi telah mengambil pelajaran dari industri mobile. SDN adalah tentang membuka jaringan. (Teknologi) itu akan melakukan hal yang sama untuk jaringan nirkabel. Ini benar-benar terjadi. Penyedia infrastruktur harus mulai mempersiapkan ini dalam lima tahun ke depan atau mereka akan keluar dari bisnis,” jelasnya.
Penelitian ini merupakan bagian dari start-up Zeetta Networks. Ilmuwan mengembangkan sistem operasi jaringan yang sama dengan sistem operasi Android, namun untuk nirkabel, optik atau internet kabel. Versi beta dari proyek ini rencananya akan tersedia pada awal 2017. (Okz/ r)